DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER Oleh : dr. Kelly Kuswidi Yanto, Sp.JP. FIHA

RSI Fatimah Cilacap

Pengertian

Penyakit Jantung Koroner adalah suatu sindroma klinis akut yang mengancam jiwa sebagai akibat adanya gangguan aliran pembuluh darah koroner.

Faktor Resiko

Faktor Resiko yang dapat dirubah :

  • 1. Dislipidemia adalah kandungan kadar lemak dalam darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  • 2. Merokok
  • 3. Hipertensi
  • 4. DM, Sindrom metabolic
  • 5. Kurang aktivitas fisik
  • Faktor Resiko yang tidak dapat dirubah :

  • 1. Usia Tua
  • 2. Jenia Kelamin Laki-laki
  • 3. Keturunan
  • RSI Fatimah Cilacap

    Gejala

    Gejala yang ditimbulkan meliputi:

    Karakteristik :

  • Nyeri dada lebih dari 20 menit, terasa berat, menetap
  • Lokasi retrosternal, menjalar ke rahang, punggung, atau lengan kiri
  • Tidak dapat dilokalisir
  • Nyeri digambarkan seperti rasa panas, tertindih benda berat, diremas-remas, ditusuk-tusuk
  • Disertai gejala-gejala: keringat dingin, kulit dingin & basah, mual, muntah, badan lemas, pusing, melayang, pingsan/sinkop

    Skrining

    RSI Fatimah Cilacap

    Untuk mendeteksi Penyakit Jantung Koroner dapat dilakukan dengan skrining :

  • • EKG
  • • Treadmill test
  • • Radiologi pencitraan:
  • o Echocardiography atau USG jantung o MRI jantung o CT-scan jantung
  • • Studi elektrofisiologi
  • • Uji genetik
  • Pencegahan

    Penyakit ini merupakan penyebab nomor satu dari serangan jantung dimana pada beberapa orang dapat menyebabkan kematian, penyempitan pada pembuluh darah koroner membuat darah tidak dapat diantar menuju otot jantung dengan semestinya. Arteri yang sempit, karena timbunan plak yang mengeras akan membuat suplai oksigen ke jantung terhambat, akibatnya jantung mengalami kontraksi mendadak yang memicu serangan jantung.

    Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari Penyakit Jantung Koroner adalah dengan melakukan Panca Usaha Jantung Sehat,

    • Seimbangkan Gizi

    Terapkan menu makan yang kaya serat dan cukup nutrisi, perhatikan pula cara pengolahannya, sebaiknya hindari makanan yang diolah dengan cara digoreng di dalam banyak minyak, sebaliknya olah makanan dengan cara ditumis, direbus, ataupun dikukus. Jika harus mengolah makanan dengan cara menggoreng, sebaiknya gunakan minyak zaitun daripada minyak goreng, sebab minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang rendah.

    Hindari makanan makanan yang mengandung kolesterol dan lemak tinggi, misalnya seafood – kandungan kolesterol tinggi di dalamnya dapat membahayakan jantung. Pilih produk makanan yang rendah lemak atau bahkan tanpa lemak. Konsumsi susu, keju, ataupun mentega yang rendah lemak.

    Selain lemak, hindari juga makanan yang mengandung gula yang tinggi, misalnya soft drink. Konsumsi karbohidrat secukupnya karena secara alami tubuh akan memproses karbohidrat menjadi gula dan lemak. Mengonsumsi oat atau gandum dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

      • Enyahkan Rokok

    Siapapun tahu bahwa rokok berdampak negatif untuk kesehatan jantung, karena itu, hentikan kebiasaan merokok segera agar jantung tetap sehat.

      • Hindari Stres

    Saat seseorang mengalami stres, otak memerintah tubuh untuk mengeluarkan hormon kortisol untuk mengatasinya, tapi jika hormon ini diproduksi berlebihan dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine juga akan diproduksi oleh tubuh untuk mengatasi stres, tapi jika diproduksi berlebihan dapat mengakibatkan tekanan darah meningkat.

      • Awasi Tekanan Darah

    Tekanan darah tinggi juga dapat menjadi penyebab penyakit jantung, sebab tekanan darah yang berlebihan dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki arteri dan berakibat pada meningkatnya timbunan plak.

      • Teratur Olahraga

    Lakukan olahraga kardio, seperti jogging, berjalan kaki, renang, ataupun bersepeda. Jenis olahraga tersebut dapat menguatkan kerja otot jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.

    Sumber: PKRS
    dr. Kelly Kuswidi Yanto, Sp.JP. FIHA