Kabar Terbaru

Informas

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

kebersihan

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua dalam menjalankan aktivitas sehari-hari Amin.

Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap pada kesempatan ini memberikan sebuah penyegaran kembali tentang Alat pelindung Diri dalam Keamanan dan Kesehatan Kerja dipelayanan Rumah Sakit.

Referensi: Hasiyah sanadi ‘ala Ibni Majah, Asy Syamilah.

Pengertian Kesehatan Kerja adalah spesialisasi dalam ilmu Kesehatan atau Kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja atau masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik fisik atau mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit-penyakit atau gangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit-penyakit umum. (Suma’mur, 1996)

Penyebab terjadinya kecelakaan akibat kerja hanya ada dua golongan penyebab. Golongan pertama adalah faktor mekanis dan lingkungan, yang meliputi segala sesuatu selain manusia. Golongan kedua adalah manusia itu sendiri yang merupakan sebab kecelakaan (Suma’mur, 1996)

Sedangkan Pengertian APD Menurut OSHA atau Occupational Safety and Health Administration, personal protective equipment (PPE) didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya (hazards) di tempat kerja, baik yang bersifat kimia, biologis, radiasi, fisik, elektrik, mekanik dan lainnya.

Komite PPI Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap sesuai dengan prinsip penularan penyakit yaitu Contack, airborne dan droplet, mempunyai program pelayanan yang aman baik untuk pasien, pengunjung dan petugasnya. Termasuk upaya pencegahan penyakit akibat kerja (PAK) ataupun Kecelakaan Akibat Kerja ( KAK)

Dalam hal upaya pencegahan terjadinya penyakit akibat kerja karena adanya kemungkinan tertular penyakit, beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pengunjung dan petugas kesehatan itu sendiri adalah dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan alat pelindung diri diklasifikasikan berdasarkan dari kemungkinan potensi terkena resiko dari bahaya,yaitu :

  1. Mata


    APD yang dipakai untuk melindungi mata dari sumber bahaya antar lain karena cipratan, debu, katalis powder,, uap dan radiasi, dan lain lain, maka gubakanlah APD: safety spectacles, goggle, faceshield, welding shield.

  2. Telinga


    APD yang dipakai untuk melindungi Telinga dari Sumber bahaya kebisingan lebih dari 85 dB. Misalnya sedang berada di dekat Genset yaitu dengan menggunakan APD: ear plug, ear muff atau penutup telinga lain.

  3. Pernafasan


    APD yang dipakai untuk melindungi gangguan pernapasan dari debu, uap, gas, kekurangan oksigen (oxygen defiency). Maka gunakanlah APD respirator, masker dan sejenisnya yang bisa digunakan untuk menutup mulut dan hidung

  4. Badan


    APD yang dipakai untuk melindungi badan kita dari tumpahan, cipratan dan lainnya yang ekan mengenai badan kita APD yang digunakan chemical suits, vest, apron ( celemek) full body suit dan jenis lainnya.

  5. Tangan


    APD yang dipakai untuk melindungi tangan kita dari cairan yang berbahaya atau cairan infeksius maka APD yang digunakan sarung tangan (gloves)

  6. Kaki


    APD yang dipakai untuk melindungi Kaki dari sumber bahaya seperti benda jatuh, cipratan bahan kimia , muntahan dll maka APD yang digunakan safety shoes, safety boots dan lainya.

Demikian penyegaran yang berkaitan dengan Alat Pelindung Diri atau lebih seringnya dikenal dengan sebutan APD semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sumber:

- Suma’mur P. K. 1996. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: PT. Toko Gunung Agung.

- Tri Ismanto, S. Kep., Ns.MH (KOMITE PPI RSIFC)